Tips Menghilangkan Stretch Mark dengan Cepat

Stretch mark merupakan salah satu permasalahan yang paling banyak dimiliki oleh wanita. Biasanya stretch mark ini akan muncul usai melahirkan  atau juga saat kulit merenggang akibat bertambahnya masa otot dan juga berat badan.

Menurut seorang dermatologist, Dr. Arash Akhavan, MD, stretch marks biasanya akan muncul di area sepertiperut, payudara, pinggul, bahu, bokong, dan juga area paha. Meski terbilang wajar, namun ternyata terdapat cara untuk menghilangkan stretch marks.

  1. Gunakan scrub. Scrub sebenarnya tidak bisa menghilangkan stretch marks, namun bisa mengeksfoliasi kulit sebelum menggunakan krim kulit dan juga serum. Scrub bisa membantu menghilangkan kulit kering. Produk yang dipakai nantinya akan meresap secara maksimal.
  2. Retional Body Cream. Sebenarnya belum ada krim perawatan kulit yang bisa langsung terbukti untuk menghilangkan stretch marks. Namun pilihlah krim yang mengandung retinol. Kandungan retinol bisa menstimulasi produksi kolagen. Kolagen ini bisa mempercepat tumbuhnya sel-sel kulit baru.
  3. Minyak alami. Setelah mengaplikasikan krim pada area stretch marks, maka oleskan minyak alami yang mengandung vitamin A dan juga E. Ini berfungsi intuk menghaluskan dan juga membuat kulit menjadi bercahaya.

Sumber :

https://www.fimela.com/beauty-health/read/3912530/3-langkah-tepat-hilangkan-stretch-mark-dengan-cepat

Darah Haid Sedikit, Waspadai Bisa Menjadi Risiko Gejala Penyakit

Umumnya seorang wanita bisa mengalami masa menstruasi selama 5 sampai dengan 8 hari. Namun tidak jarang juga bagi seseorang bisa lebih sebentar, dan bagi sebagian yang lainnya akan lebih lama.

Terkait masalah menstruasi, ketika darah haid yang dikeluarkan sangat banyak dan tidak kunjung berhenti selama berhari-hari maka akan memunculkan rasa khawatir dalam diri. Perasaan khawatir seperti takut ada sesuatu yang salah dalam tubuh khususnya pada rahim maupun sekitarnya. Di samping darah haid yang banyak keluar, darah hadi yang sedikit juga perlu untuk diwaspadai.

Melansir dari boldsky.com , darah haid yang sedikit bisa disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat, bisa juga karena stress berat maupun penggunaan alat kontrasepsi seperti pil KB. Hanya saja, perlu juga diketahui bahwa darah haid yang sedikit bisa menjadi salah satu risiko gejala penyakit.

Wanita normal akan mengeluarkan darah haid sebanyak 30 ml sampai dengan 50 ml selama periode haid. Namun jika kurang dari itu, ini bisa jadi merupakan kondisi Hypomenorrhea.

Gejala pengidap Hypomenorrhea adalah seperti tidak haid selama 2 sampai 3 bulan berturut-turut, letih dan juga lesu berlebihan, nyeri sendi, infertilitas, pertumbuhan rambut yang berlebihan dan juga penimbunan berlebih cairan dalam tubuh (panggul dan juga pergelangan kaki).

Penyebab dari Hypomenorrhea ini karena ketidakseimbangan hormone, stress akut, penurunan berat badan secara drastic, lapisan uterus yang tipis, hipertiroidisme, mendekato menopause, konsumsi pil KB, sindrom ovarium polikistik (PCOS), kurang gizi (malnutrisi), dan juga adanya risiko penyakit ginjal.

Jika darah haid yang kamu miliki sedikit, maka usahakan untuk memperbaiki pola hidup yang sehat. Namun jika sudah berusaha dan darah haid tetap sedikit, maka disarankan untuk bertemu dnegan doktor terkait.

Sumber :

https://www.fimela.com/beauty-health/read/3811106/waspada-darah-haid-sedikit-bisa-jadi-risiko-gejala-penyakit

 

Hindari Kesalahan Makeup yang Sering dilakukan Ini

Setiap wanita pasti ingin tampil cantik. Banyak perempuan yang lebih percaya diri dengan polesan make up di wajah. Beragam cara digunakan agar dapat menampilkan tampilan terbaik. Namun ternyata banyak wanita yang amsih salah dalam ber­-make up.

Dalam artikel kali ini Danhulme akan membahas mengenai kesalahan make up yang masih sering kamu lakukan.

  1. Menggunakan sunscreen berSPF tinggi. Faktanya, menggunakan sunscreen ber-SPF tinggi bukan berarti kulitmu akan bebas terpapar sinar matahari. Kamu harus tetap mengoleskannya setiap 2-3 jam sekali.
  2. Tidak menghapus make up sebelum tidur. Tidur tanpa menghapus make up dapat berdampak buruk bagi kulit. Wajah harus dalam keadaan bersih sehingga kulit dapat bernapas lega. Jika make up masih menempel, maka pori-pori akan tersumbat dan menimbulkan masalah wajah baru yaitu jerawat.
  3. Menggosok wajah dengan kasar saat menghapus make up. Menggosok wajah dengan kasar saat mengapus make up dengan harapan bisa membersihkan sisa make up dengan maksimal merupakan kesalahan besar. Hal ini bisa membuat kulitmu menjadi iritasi dan kehilangan kelembapan alami kulit.
  4. Tidak menggunakan pelembab. Walau kulitmu berminyak, namun penggunaan pelembab tetap dibutuhkan. Pelembab bisa membuat tekstur wajah lebih halus dan lembut, ini bisa membuat make up mu lebih menempel.
  5. Tidak membiarkan make up mengering. Kesalahan lainnya yaitu kamu terlalu cepat menumpuk foundation dengan make up Padahal foundation butuh waktu untuk mengering dan meresap sempurna pada wajah.
  6. Melupakan perawatan bibir. Sibuk dengan perawatan wajah biasanya membuatmu lupa dengan daerah bibir. Mengganti-ganti lisptik bisa membuat bibirmu kering dan juga menghitam. Setidaknya oleskan pelembab bibir sebelum tidur.
  7. Menggunakan make up setiap hari. Membiarkan kulit dipenuhi makeup seharian akan membuat kulit rusak dan memudahkan munculnya komedo serta jerawat. Biarkan kulitmu beristirahat tanpa polesan make up agar bisa bernapas sejenak.
  8. Menggunakan foundation secara berlebihan. Coverage yang sempurna

Sumber :

https://www.popbela.com/beauty/make-up/sofi-kumala/inilah-11-kesalahan-dalam-bermakeup-yang-mungkin-kamu-lakukan/full

Menstruasi Pertama Ternyata Bisa Prediksi Berbagai Kondisi Kesehatan

Dilansir dari Boldsky, terdapat sebuah penelitian yang mengungkapkan bahwa usia pertama kali mentruasi seorang wanita bisa menjadi cara untuk memprediksi kondisi kesehatan secara umum.

Berikut beberapa tanda yang bisa menunjukan usia menstruasi pertama.

  1. Haid lebih awal. Penelitian menunjukan bahwa ternyata tingkat perhatian, dukungan, kepekaan, dan keamanan orangtua yang lebih renda bisa mempengaruhi kondisi anak dan dampak negatifnya adalah dengan datangnya haid lebih awal.
  2. Menunjukkan risiko penyakit jantung. Potensi penyakit jantung juga ternyata bisa diprediksi oleh mentruasi. Bagi wanita yang menstruasi terjadi di luar usia normal, bisa menunjukkan kemungkinan risiko lebih tinggi terhadap penyakit jantung.
  3. Kaitan dengan kanker payudara. Wanita yang mengalami menstruasi sebelum usia 12 tahun (menstruasi dini), ternyata memiliki risiko lebih besar terhadap kanker payudara.
  4. Potensi hidup panjang umur. Wanita yang mengalami haid pertama setelah usia 12 tahun (menstruasi usia normal) diketahui memiliki masa hidup lebih panjang atau panjang umur.
  5. Menentukan usia menopause. Menurut penelituan, menstruasi sebelum usia 12 tahun memiliki kecenderungan menopause pada usia rentang 40 sampai 44 tahun. Sedangkan usia menstruasi normal bisa lebih tua lagi, yaitu usia 50 tahun ke atas.

Sumber :

https://www.fimela.com/beauty-health/read/3807059/usia-menstruasi-pertama-bisa-prediksi-kondisi-kesehatan-benarkah

Fakta Penting Mengenai Menstruasi yang Perlu Kamu Ketahui

Menstruasi adalah hal rutin yang selalu wanita alami setiap bulan. Seperti banyaknya hal tentang wanita, maka mentruasi bukan perkara yang sederhana. Terdapat banyak menarik di balik menstruasi.

Dilansir dari lama Men’s Health, terdapat beberapa fakta menarik mengenai menstruasi.

  1. Darah menstruasi bukanlah darah biasa. Endometrium atau dinding wanita setiap bulannya mengalami peluruhan. Pada siklus ini, dinding rahim akan menebal dan mempersiapkan sel telur yang sudah dibuahi. Namun jika tidak adanya pembuahan, maka ini akan menjadi darah kotor yang berasal dari rahim
  2. Wanita tetap bisa hamil jika berhubungan intim selama menstruasi. Nathaniel DeNicola, M. D. yaitu seorang obstetrician dan gynecologist dari Penn Medicine mengungkapkan bahwa tidak semua wanita mengalami siklus menstruasi yang teratur. Siklus tidak teratur ini membuat wanita memiliki masa ovulasi (masa subur) yang berbeda setiap orangnya. Ini membuat wanita masih bisa hamil walaupun sedang mengalami menstruasi.
  3. Menstruasi Menyebabkan Kram. Penelitian di Italia menemukan bahwa hampir 80% wanita saat menstruasi, mengalami keram perut yang cukup hebat. Biasanya ini terjadi pada hari-hari pertama saat menstruasi.
  4. Atau lebih sering dikenal dengan sindrom pra menstruasi merupakan fakta nyata. Hampir semua wanita mengalami PMS. PMS ini membuat suasana hati seorang wanita bisa berubah buruk, seperti menjadi sangat sensitive, mudah marh, dan tidak nyaman dengan diri sendiri. Selain itu, PMS juga membuat nafsu makan seseorang meningkat.

Sumber :

https://www.fimela.com/beauty-health/read/3807332/4-fakta-penting-mengenai-menstruasi-yang-wajib-pria-amp-wanita-ketahui