Ini Dia Penyebab Noda di Wajah Sulit untuk Hilang

Noda atau bintik hitam pada wajah pasti bisa membuat sebagian orang yang memilikinya tidak percaya diri. Biasanya masalah pada wajah ini memang sulit untuk dihilangkan.

Noda pada wajah bukan hanya noda atau bintik hitam saja, namun bisa seperti bercak, perubahan warna, jerawat, maupun bekas luka. Sebenarnya noda ini juga tidak berbahaya namun terdapat beberapa yang bisa menandakan pertumbuhan kanker kulit.

Berikut terdapat beebrapa penyebab noda di wajah sulit hilang.

  1. Perubahan hormon. Perubahan hormon bisa terjadi karena pubertas maupun menstruasi. Biasanya saat perubahanan hormon ini terjadi, akan muncul jerawat. Jerawat ini terbentuk dari produksi minyak (kelenjar sebaceous) yang terhubung ke folikel rambut, dan ini menumpuk dan menyebabkan sumbatan kulit. Dinding folikel ini mengalami pembengkakan yang berisikan komedo, selain itu juga tumpukan sel kulit mati dan minyak berlebih.
  2. Terdapat bakteri. Salah satu bakteri yang suka menempel di wajah bernama Propionibacterium acnes, atau nama lain dari bakteri yang bertanggungjawab akan pembentukan jerawat. Bakteri ini biasanya banyak ditemukan di bantal, selimut, atau menempel di alat kosmetik. Bakteri yang lain juga bisa menyebabkan infeksi pada kulit.
  3. Terlalu sering terkena paparan sinar matahari. Flek hitam biasanya akibat terlalu sering terkena paparan sinar matahari. Sinar matarahari yang terlalu berlebihan mengenai kulit bisa membuat sel kulit menjadi abnormal. Ini bisa membentuk benjolan kecil atau lebih parahnya bisa menyebabkan luka terbuka.

Jika kamu semakin sulit mengatasi noda yang membandel dan susah dihilangkan pada wajah, ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan ke dokter. Dokter kulit akan lebih memahami dan juga akan mengevaluasi beragam pemicu dan juga memberikan perawatan.

 

Sumber :

https://hellosehat.com/hidup-sehat/kecantikan/noda-di-wajah-susah-sembuh/

 

Langkah Mudah Merawat Alis agar Sehat dan Semakin On Fleek

Sama seperti merawat bulu mata dan rambut, alis juga sama penting dan harus dirawat. Ini karena alis juga bisa mengalami kerontokan jika tidak dirawat secara khusus. Alis juga merupakan salah satu bagian wajah yang penting.

Banyak perempuan yang bahkan tidak percaya diri jika keluar rumah tanpa membentuk alisnya dengan produk riasan. Produk riasan ini memang bisa membuat alis terlihat bagus, namun itu hanya sementara. Kamu juga harus mengimbanginya dengan perawatan khusus.

Berikut langkah mudah untukmu merawat alis agar terlihat sehat dan tebal secara alami.

  1. Biarkan tumbuh alami. Jangan terlalu sering mencabuti alis, walaupun tujuannya untuk merapikannya. Berilah jeda 2-3 bulan setelah terakhir kali alis dicabut. Ini agar alis bisa tetap tumbuh normal dengan bentuk alaminya. Seorang ahli alis asal Amerika Serikat bernama Hibba Kapil mengatakan bahwa mencabut alis terlalu sering bisa membuat alis semakin tipis dengan bentuk yang aneh.
  2. Sisirlah alis dengan rutin. Kamu bisa memulai dengan menyikat alis dengan kuas khusus, ini bertujuan untuk membuat kulit mati di bawah alis terkelupas dan juga bisa meningkatkan aliran darah di sekitarnya. Cara ini agar membuat alis lebih rapi dan juga mempercepat pertumbuhan rambut. Selain itu kamu juga bisa mulai rutin mengoleskan minyak kepala untuk membuat alis tetap lembut, mudah diatur, dan juga tidak mudah rontok.
  3. Konsumsi makanan bernutrisi. Makanan bernutrisi tinggi yang mengandung biotin dan zinc bisa meningkstkan pertumbuhan rambut, kulit, dan juga kuku. Kandungan vitamin dan mineral lainnya yang bisa membantu alis menjadi tebal seperti vitamin E, B12, dan juga asam lemak omega 3.
  4. Kurangi tindakan mengoleskan produk perawatan kulit ke wajah. Berbagai produk seperti pelembab, krim wajah, tabir surya dan lainnya yang memiliki kandungan bahan kimia bisa merusak alis secara perlahan. Selain itu bisa menghambat pertumbuhannya.

Sumber :

https://hellosehat.com/hidup-sehat/kecantikan/cara-merawat-alis-mudah/

 

Lakukan Hal ini untuk Mencegah Kanker Serviks

Apakah kanker serviks bisa dicegah? Jawabannya adalah ya, kanker serviks bisa dicegah dengan cacar mendapatkan vaksin HPV (Human Papilloma Virus) yang diberikan sejak usia 9-26 tahun. Selain juga itu pemeriksaan pap smear juga harus rutin dilakukan untuk memastikan keberadaan kanker atau pra-kanker.

Cara yang paling utama untuk mencegahnya dalah dengan cara mengobati pra-kanker sebelum menjadi kanker, dan juga bisa mencegah terbentuknya pra-kanker. Hal ini bisa dilakukan dengan pap smear dan tes HPV. Pap smear bisa dilakukan pada usia 21 tahun. Jika hasilnya normal, maka kemungkinan terkena kanker serviks ke depannya sangat rendah. Lalu bisa melakukan pap semar tiga tahun ke depannya.

Tes HPV sendiri dilakukan untuk mencari virus yang bisa menyebabkan perubahan sel pada tubuh. Jika mendapatkan hasil normal, maka bisa dilakukan test HPV lima tahun setelahnya. Vaksin HPV digunakan untuk melindungi virus HPV yang bisa menyebabkan kanker serviks, vagina, dan juga vulva. Vaksin ini  bisa diberikan sejak uasia 9 hingga 26 tahun.

Selain melakuakn pap smear dan juga vaksin HPV, kamu bisa mencegah kanker serviks dengan cara berhenti merokok, penggunaan pengaman saat berhubungan seksual, dan juga menghindari  hubungan seksual dengan beberapa orang.

Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan resiko meningkatnya kanker serviks seperti terinfeksi HPV melalui infeksi menular seksual, memulai hubungan seksual sejak usia dini, tidak melakukan pemeriksaan pap smear, merokok atau menggunakan tembakau, menggunakan pil KB untuk waktu yang lama, memiliki keluarga yang menderika kanker serviks.

Sumber :

  1. American Cancer Society. (2016, 05 December). Can Cervical Cancer Be Prevented?. Diperoleh 21 April 2017 dari : https://www.cancer.org/cancer/cervical-cancer/causes-risks-prevention/prevention.html
  2. Centers for Disease Control an Prevention. (2017, 09 Februari). What Can I Do Reduce My Risk of Cervical Cancer?. Diperoleh  21 April 2017 dari : https://www.cdc.gov/cancer/cervical/basic_info/prevention.htm

 

Cegah Mata Rusak Seharian di Depan Komputer dengan Melakukan Ini

Dengan teknologi yang semakin canggih, zaman sekarang kita pasti sulit bahkan tidak bisa lepas dari smartphone maupun komputer untuk menunjang dan menjalani aktivitas kita sehari-hari.

Menghabiskan waktu lebih dari 5 jam di depan layar komputer merupakan hal yang tidak sehat karena bisa merusak mata. Namun bagaimana dengan pekerjaan yang mengharuskan seseorang duduk di depan layar komputer selama 9 jam sehari? Mata akan merasa lelah dan juga sakit.

Mata yang lelah biasanya memiliki gejala seperti mata iritasi atau tegang, sulit untuk fokus, mata kering atau basah, penglihatan ganda atau kabur, meningkatnya sensivitas terhadap cahaya, bahkan hingga nyeri leher, pundak, dan juga punggung.

Terdapat beberapa tips untuk mencegah mata rusak dari National Eye Institute, Prevent Blindness, dan Get Eye Smart. Pertama buatlah layar komputer anda bersahabat. Ini dengan cara menaruh layar komputer sekitar 50-66 cm jauh dari mata dan gunakna juga filter cahaya. Jangan lupakan juga untuk membersihkan debu karena noda di layar bisa menyurangu kontras dan meningkatkan refleksi.

Selain itu ubahlah lingkungan kerja. Sesuaikan penerangan ruangan agar tidak terlalu terang, gelap, ataupun dan jangan sampai ada pantulan cahaya. Selain itu cobalah aturan 20-20-20. Dimana setiap 20 menit kamu harus melihat sesuatu dengan jarak 20 kaki (6 meter) selama 20 detik.

Kamu juga bisa melakukan perawatan kecil pada mata dnegan cara mengompres maya yang lelah atau ekring dengan handuk hangat. Atau bisa juga dengan menggunakan tetes mata untuk menyegarkan mata yang terasa kering.

 

Sumber :

https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/gangguan-mata-dan-penglihatan/4-langkah-cegah-mata-rusak-meski-seharian-di-depan-komputer/

 

Hindari Infeksi Mata Akibat Menggunakan Softlens dengan Melakukan Cara Ini

Softlens atau lensa kontak merupakan salah satu aksesoris yang dibutuhkan, bahkan untuk orang yang bermata minus sekali pun. Tak jarang, banyak yang lebih memilih lensa kontak dari pada menggunakan kacamata. Namun banyak juga orang yang takut menggunakan softlens karena takut mengalami infeksi mata.

Infeksi mata bisa terjadi karena kebiasaan menggunakan lensa kontak yang tidak benar. Area mata merupakan bagian mata yang sangat sensitif dan mudah terinfeksi. Berikut terdapat beberapa cara agar penggunaan softlens tidak membuat matamu terinfeksi.

  1. Pastikan tangamu bersih. Cucilah tangamu terlebih dahulu menggunakan air bersih dan sabun, setelah itu keringkan menggunakan handuk bersih. Untuk mengambil lensa kontak, gunakanlah telunjuk dan jari tengah dan gunakan tangan satunya untuk melebarkan bagian atas dan bawah mata. Letakan lensa pada bagian putih mata dengan perlahan. Pejamkan mata dan gerakna bola mata, berkediplah beberapa kali hingga softlens terpadsang dengan sempurna.
  2. Jangan lupa bersihkan softlens. Terdapat dua jenis lensa berdasarkan penggunaan, yang satu adalah lensa sekali pakai langsung buang, dan yang lainnya dalah lensa berjangka waktu yang perlu dibersihkan secara rutin. Saat memberishkan lensa, gunakanlah cairan pembersih atau obat tetes mata sesuai dengan merk yang digunakan. Cara memberishkannya cukup letakan lensa kontak pada telapak tangan, lalu gosoklah secara lembut menggunakan jari telunjuk.
  3. Simpan lensa kontak di tempat yang aman. Debu dan kotoran sangat mudah untuk mengenai kontak mata, maka simpanlah lensa kontak di tempat yang aman. Hindari juga lensa kontak dari air keran, air botolan, atau air penyulingan. Jangan lupa juga untuk mengganti tempatnya setiap tiga bulan sekali.
  4. Hindari kebiasaan buruk yang sering dilakukan. Janganlah menggunakan lensa kontak saat tidur. Hindari juga menggunakan lensa kontak milik orang lain. Lepaskan lensa kontak jika ingin berenang. Pastikan membuang sisa cairan pembersih, dan jangan menggunakan cairan pembersih yang telah kedaluwarsa.

 

Sumber :

https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/gangguan-mata-dan-penglihatan/efek-pakai-softlens-cegah-infeksi-mata/

 

Kenali Seputar Serum Wajah yang Perlu Kamu Ketahui

Dengan banyaknya produk, kamu bisa melakukan banyak sekali ritual agar kulit wajahmu semakin sehat dan tampak cerah. Kamu juga bisa menambahkan serum wajah yntuk menambah lagi untuk kebaikan kulit.

Serum adalah gel eliksir berwarna bening, bertekstur ringan, dan juga bebas minyak. Dalam sebotol serum biasanya memiliki kandungan bahan aktif seperti vitamin dan antioksidan yang bertujuan untuk menembus ke dalam bagian kulit dengan lebih mudah, cepat, dan juga lebih merata.

Perbedaan mendasar antara serum dan pelembap adalaha serum memiliki struktur molekul dan juga persentase bahan aktif yang terkandung lebih kaya dan sangat terkonsentrasi dari kandungan bahan aktif yang dimiliki pelembap.

Kebanyakan produk yang dimiliki serum juga berbahan dasar air dan tidak memiliki unsur minyak yang dapat menyumbat pori-pori yang bisa menyebabkan jerawat.  Biasanya orang-orang yang menggunakan serum untuk menyediakan suplai nutrisi. Jika ingin benar-benar memperbaiki noda hitam, keriput, garis halus, maka disarankan untuk menambahkan serum untuk ritual kecantikan.

Cara menggunakan serum juga mudah. Setelah mencuci muka dan juga membersihkan muka menggunakan toner tunggulah 1-2 menit. Lalu gunakan serum, dan tunggu 2-3 menit. Jika meninggalkan residu lengket atau berminyak di kulit ia tidak bekerja dengan baik. Setelah itu gunakanlah perawatan wajah lainnya.

Sumber :

https://hellosehat.com/hidup-sehat/kecantikan/fungsi-serum-wajah-dan-cara-pakai/

Tips Merawat Kulit Sekitar Mata agar Terhindar dari Penuaan Dini

Area mata adalah bagian wajah yang paling sering dan terlihat menunjukkan tanda-tanda penuaan dini. Penuaan dini ini seperti lingkaran hitam, garis-garis halus, dan juga kantung mata bengkak. Ii dikarenakan kulit daerah mata lebih tipis dan juga halus.

Maka dari itu, kamu sangat perlu lebih memperhatikan dengan cara merawat kulit di sekitar mata. Berikut cara yang bisa dilakukan .

  1. Menjaga kelembapan. Menjaga kelembapan bisa mnecegah kerutan dan garis halus. Gunakanlah pelembap wajah ringan di sekitar mata selama memang dianjurkan dalam kemasan. Bahan yang dianjurkan adalah retinol (turunan vitamin A), peptide, dan asam hialuronat. Saat mengaplikasikannya juga jangan lupa untuk menepuk dengan lembut.
  2. Gunakan tabir surya. Bukan hanya bagian badan dan juga wajah, area bawah mata juga memerlukan tabir surya. Paparan sinar matahari bisa membuat kulit bawah mata menjadi gelap. Maka dari itu, aplikasikan tabir surya pada bagian atas dan bawah mata.
  3. Tidur cukup. Kekurangan waktu tidur bisa membuat kulitmu terlihat pucat dan membuat garis hitam semakin terlihat. Maka dari itu, disarankan untuk mendapatkan waktu istirahat yang cukup yaitu tujuh sampai delapan jam.
  4. Kompres area mata dengan kantong teh. Teh mengandung kafein dan juga antioksidan yang bisa membantu merangsang sirkulasi darah, mengecilkan pembuluh darah, dan juga mengurangi tumpukan cairan di bawah kulit. Caranya juga mudah, pertama rendam dua kantong teh bekas dalam air panas selama lima menit, lalu masukan ke dalam lemari es selama 15-20 menit. Setelah itu letakan masing-masing teh itu pada mata yang terpejam selama 10-20 menit.
  5. Makan makanan yang sehat. Selain semua tips di atas, kamu juga perlu memperhatikan pola makan dan nutrisi yang harus terpenuhi. Makanlah makanan yang mengandung vitamin C, vitamin A, dan juga vitamin E.

 

Sumber :

https://hellosehat.com/hidup-sehat/kecantikan/tips-merawat-kulit-sekitar-mata/